Langsung ke konten utama

Galau lagi

Galau.
Galau tuh udah kayak rutinitas gue setiap hari, setiap harinya juga ada aja hal-hal kecil yang bisa bikin gue galau. Contohnya, pagi ini mantan gue update pm di bbm buat gebetan barunya. Dan seketika itu juga gue galau.

Tapi saat gue sadar nanti, gue akan menyadari dengan sendirinya "ngapain sih gue galauin dia? Dia aja mulai dapet yang baru, masa gue enggak sih?"

Sometimes, i miss my live once. With him, in a hug. Ya terkadang gue  merindukan kehidupan gue yang dulu bersama si 'dia' dimana gue merasa hidup gue terasa semudah bernafas dan penuh kebahagiaan.

Dulu gue juga merasa sangat bahagia bisa terus bersama dan menghabiskan waktu bersama dia. Tapi sekarang mungkin gue lebih banyak menghabiskan waktu sendirian dengan bermalas malasan di hari libur atau sekedar memutar lagu galau di playlist handphone gue.

Hampa sih awalnya, karena gue terbiasa dengan kehadirannya. But live must go on kan, gue mulai bangkit dari keterpurukan yang gue alami.

Gue mulai melupakan mantan gue, gue mulai menata hidup baru, dan sekarang perlahan lahan hati gue mulai pulih dari luka nya.

Gue percaya ada kekuatan yang Maha yang menentukan ujung dari semua jalan yang gue tempuh. Gue juga percaya kalau diatas sana Dia lagi menyiapkan kehidupan yang jauh lebih baik dan lebih penuh kebahagiaan dibanding saat ini. Ada pelajaran-pelajaran berharga yang ingin Dia sampaikan dengan caraNya sendiri.

Karena dia yang Maha tau, Maha segala galanya. So, gue lebih belajar untuk berserah diri. Dan percaya kalau gue bisa lewatin ini, gue akan nemu dunia baru yang jauh lebih baik dari ini. Move on!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Ketiga

Aku tidak tau, harus dikatakan seperti apa status hubungan kita saat ini. Apakah aku yang terlalu terbawa perasaan, ataukah kamu yang selalu menebar harapan. Di mata orang lain posisiku akan selalu disalahkan, meski pada kenyataanya kamulah yang lebih dulu memulai api dalam hubunganmu dengan dia. Aku hanyalah sosok asing yang kamu undang masuk dalam hubungan kalian, yang kemudian menjadi penyebab seringnya kamu mengabaikan panggilannya ketika sedang bersamaku. Kamu membuatku berada diposisi yang sebenarnya tak pernah aku inginkan. Ketika sedang bersamanya, kamu mengabaikanku dan berperan seakan hanya dialah satu satunya perempuan dihidupmu. Sedangkan ketika bersamaku, kamu pun melakukan hal yang sama. Ketahuilah, aku tak pernah ingin berada diposisi ini. Menjadi orang ketiga dalam hubungan yang tengah kamu jalin bersamanya. Aku mohon, jangan beri aku harapan lebih ketika kamu masih terikat dengan perempuan lain. Kamu datang kemudian pergi sesuka hati, menggenggam harapan kemudian ...

My 6 p.m though

Hmmmm, gue ga tau sih gabut aja asli pas nulis post ini.  Ini random talk ya btw. Well, gue... Bingung. Rasanya kayak ribuan pertanyaan sejenis "why i can't find someone else? Why a boy can't make me fall in love with him?" Gue ngerasa kayak, kok after all this time gue masih aja sih susah jatuh cinta, susah naksir sama orang, no matter how much guy around me. Kayak banyak sih yg deketin gue tapi gue gatau kenapa susah aja buat gue untuk bisa suka apalagi sampe sayang sama cowok. Gue cuma berharap, someday i'll find someone who can treat me well and love me no matter how bad i'm. Kadang rada nyeseknya, there's a boy that i like a lil bit, terus kita udah sampe ke tahap chatting bahkan hangout sekali terus tiba tiba aja dia hilang, tanpa kabar, kayak udah ngilang gitu aja. Nyesek ga sih? Untungnya gue ga gitu naksir naksir amat. Terus nanti bodohnya, tiba tiba dia bisa ngetext gue ga jelas pas gue ganti display picture akun socmed gue, call me beautifu...

The Best Moment : Masa SMP.

Demi apa gue kangen banget masa smp gue dulu. Gue nyesel, kenapa waktu berjalan secepet ini. Kenapa dulu gue pengen cepet SMA dan ninggalin masa SMP gue. Gue ga pernah bisa lupain kenangan tiga tahun yang terasa paling indah, di hidup gue. Gue jauh lebih merasa nyaman dan bisa menjadi diri gue sendiri, tanpa paksaan, tanpa tekanan, di SMP gue dulu. Rasanya gue ingin pergi sekolah setiap harinya, walaupun banyak tugas, bete, atau apapun hambatannya, gue selalu suka masa SMP gue dulu. Gue rasanya kangen banget, sama kebodohan dan keteledoran yang dulu gue lakukan di SMP. Kenapa dulu gue ingin sekali cepat cepat menanggalkan seragam kesayangan putih biru gue? Kenapa dulu gue ingin sekali cepat cepat perpisahan? Kelulusan? Gue menyesal. Nyesel nyia nyiain waktu yang gue punya dengan gitu aja. Emang bener kata pepatah, penyesalan selalu datang belakangan. Belakangan ini, setiap gue ingat masa SMP gue dulu, gue bisa dengan gampangnya meneteskan air mata. Lebay emang tapi beginilah gue, si ...