Langsung ke konten utama

I've Never Change

Aku gak pernah berubah, aku masih sama, aku masih aku yang dulu saat masih bersama kamu.

Bedanya mungkin, sekarang aku menjadi pribadi yang lebih dramatis.

Kamu tau, betapa hal kecil yang kamu lakukan, bisa begitu merubah diriku.

Aku sakit, dan kamu gak akan pernah tau itu. Kamu gak akan pernah tau, sedalam apa luka yang aku punya karena kepergian kamu. Kamu juga gak akan pernah tau, seperih apa luka itu sekarang dihidup aku.

Kamu juga gak akan pernah sadar, kalo aku disini nyaris selalu meneteskan air mata setiap ingat hal kecil tentang kamu.

Rasa sayang itu mungkin udah lama hilang, menguap entah kemana. Yang tersisa sekarang, hanyalah setumpuk kenangan yang terus membayangi hari hariku.

Udah gak keitung lagi, seberapa sering aku coba tahan air mata ini setiap kenangan datang menyerbu fikiranku.

Kenangan tentang kamu yang udah coba aku tahan dengan membangun tembok tebal disekelilingnya.

Nyatanya, tembok itu nyaris runtuh setiap kali air mata ini juga hampir menetes.

Pagi ini, aku datang ke tempat penuh kenangan tentang kita. Aku masih ingat dengan begitu jelas setiap detail yang kita lalui selama disini. Tempat itu adalah sekolah kita.

Aku masih ingat saat kamu, dengan begitu polosnya lewat begitu saja tanpa menyapaku sama sekali.

Dan alasan yang kamu gunakan saat itu adalah, malu.

Aku masih ingat, awal percakapan kita yang membuat tanganku gemetaran.

aku juga ingat, pertama kalinya kita bertatap muka saat moment kelulusan.

Aku masih ingat, saat pertama kali kamu memelukku dan menimbulkan perasaan hangat dalam diriku yang sulit aku gambarkan.

Aku ingat semua kenangan kita dengan jelas, yang tidak mampu aku tuliskan satu persatu.

Kamu tau, saat menulis ini, aku berusaha mati matian menahan air mataku.

Aku menulis ini, saat aku tak kuat lagi menahan semuanya sendirian. Saat aku tak kuat lagi dihantui sosok mu dalam kenangan.

Aku pengen banget nanya sama kamu, kenapa kamu pergi? Sedangkan rasa sakit yang aku rasa gak pernah pergi. Dan mungkin hari ini, aku bener bener kangen kamu.

Mungkin awalnya, aku mati rasa. Dan aku mensyukuri hal itu. Tapi semakin lama, kekebalan itu semakin hilang. Aku semakin lemah, kenangan semakin sering datang. Aku ingin mati rasa lagi tuhan..

aku fikir, dari sakit hati ini aku bisa lari. Tapi semakin lama, semakin aku coba, aku semakin sadar ;gak ada jalan untuk lari. Karena semua jalan yang aku tempuh terasa buntu.

Dan aku fikir juga, aku bisa dengan gampang ngelupain kamu. Tapi aku tau, ada sesuatu yang gak bisa aku lakuin. Dan sesuatu itu adalah ; aku gak bisa nemu jalan untuk lepasin kamu pergi..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Ketiga

Aku tidak tau, harus dikatakan seperti apa status hubungan kita saat ini. Apakah aku yang terlalu terbawa perasaan, ataukah kamu yang selalu menebar harapan. Di mata orang lain posisiku akan selalu disalahkan, meski pada kenyataanya kamulah yang lebih dulu memulai api dalam hubunganmu dengan dia. Aku hanyalah sosok asing yang kamu undang masuk dalam hubungan kalian, yang kemudian menjadi penyebab seringnya kamu mengabaikan panggilannya ketika sedang bersamaku. Kamu membuatku berada diposisi yang sebenarnya tak pernah aku inginkan. Ketika sedang bersamanya, kamu mengabaikanku dan berperan seakan hanya dialah satu satunya perempuan dihidupmu. Sedangkan ketika bersamaku, kamu pun melakukan hal yang sama. Ketahuilah, aku tak pernah ingin berada diposisi ini. Menjadi orang ketiga dalam hubungan yang tengah kamu jalin bersamanya. Aku mohon, jangan beri aku harapan lebih ketika kamu masih terikat dengan perempuan lain. Kamu datang kemudian pergi sesuka hati, menggenggam harapan kemudian ...

My 6 p.m though

Hmmmm, gue ga tau sih gabut aja asli pas nulis post ini.  Ini random talk ya btw. Well, gue... Bingung. Rasanya kayak ribuan pertanyaan sejenis "why i can't find someone else? Why a boy can't make me fall in love with him?" Gue ngerasa kayak, kok after all this time gue masih aja sih susah jatuh cinta, susah naksir sama orang, no matter how much guy around me. Kayak banyak sih yg deketin gue tapi gue gatau kenapa susah aja buat gue untuk bisa suka apalagi sampe sayang sama cowok. Gue cuma berharap, someday i'll find someone who can treat me well and love me no matter how bad i'm. Kadang rada nyeseknya, there's a boy that i like a lil bit, terus kita udah sampe ke tahap chatting bahkan hangout sekali terus tiba tiba aja dia hilang, tanpa kabar, kayak udah ngilang gitu aja. Nyesek ga sih? Untungnya gue ga gitu naksir naksir amat. Terus nanti bodohnya, tiba tiba dia bisa ngetext gue ga jelas pas gue ganti display picture akun socmed gue, call me beautifu...

The Best Moment : Masa SMP.

Demi apa gue kangen banget masa smp gue dulu. Gue nyesel, kenapa waktu berjalan secepet ini. Kenapa dulu gue pengen cepet SMA dan ninggalin masa SMP gue. Gue ga pernah bisa lupain kenangan tiga tahun yang terasa paling indah, di hidup gue. Gue jauh lebih merasa nyaman dan bisa menjadi diri gue sendiri, tanpa paksaan, tanpa tekanan, di SMP gue dulu. Rasanya gue ingin pergi sekolah setiap harinya, walaupun banyak tugas, bete, atau apapun hambatannya, gue selalu suka masa SMP gue dulu. Gue rasanya kangen banget, sama kebodohan dan keteledoran yang dulu gue lakukan di SMP. Kenapa dulu gue ingin sekali cepat cepat menanggalkan seragam kesayangan putih biru gue? Kenapa dulu gue ingin sekali cepat cepat perpisahan? Kelulusan? Gue menyesal. Nyesel nyia nyiain waktu yang gue punya dengan gitu aja. Emang bener kata pepatah, penyesalan selalu datang belakangan. Belakangan ini, setiap gue ingat masa SMP gue dulu, gue bisa dengan gampangnya meneteskan air mata. Lebay emang tapi beginilah gue, si ...