Langsung ke konten utama

Hanya Pelangi.

Gue baru sadar, kalau selama ini gue salah. Gue menunggu nunggu pelangi untuk keluar dari persembunyiannya, tanpa pernah gue terfikir kalau pelangi datang hanya sementara.

Semua tau pelangi itu indah, tapi sayangnya keindahan itu hanya sesaat. Karena saat matahari mulai menunjukan sinarnya, warna warna pelangi itu perlahan akan memudar lalu hilang ditelan awan.

Pelangi emang indah, cantik, bikin siapapun yang liat bakalan nengok dua kali. Tapi pelangi juga cuma datang sebentar.

Dan sekarang gue ngerti, 'dia' emang pelangi di hidup gue. Dateng setelah badai yang menerpa hidup gue, perlahan lahan memberi warna baru di kehidupan gue, mengangkat gue tinggi ke angkasa, tapi perlahan lahan juga saat matahari mulai muncul menampakan dirinya, saat itu juga berangsur angsur pelangi mulai menghilang.

Warna nya mulai hilang, bentuknya juga tersapu awan. Lo cuma pelangi,  datang untuk memberi keindahan dihidup gue setelah terjadinya badai, tapi hanya sementara..

Hanya sesaat setelah itu menghilang entah kemana. Dan sekarang gue mengerti, gue gak lagi menunggu pelangi. Gue lagi nunggu matahari, karena matahari selalu bersinar setiap harinya, dan akan selalu ada. Gak seperti pelangi yang ada hanya setelah hujan dan pergi gak lama setelahnya. Sama kayak lo, adanya cuma sebentar, emang bikin hidup gue penuh warna sama penuh arti, tapi cuma sementara. Sekali lagi, sementara.

Jadi sekarang, gue menunggu matahari gue untuk keluar. Bukan lagi menunggu pelangi gue untuk muncul perlahan lahan dari tempat persembunyiannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Ketiga

Aku tidak tau, harus dikatakan seperti apa status hubungan kita saat ini. Apakah aku yang terlalu terbawa perasaan, ataukah kamu yang selalu menebar harapan. Di mata orang lain posisiku akan selalu disalahkan, meski pada kenyataanya kamulah yang lebih dulu memulai api dalam hubunganmu dengan dia. Aku hanyalah sosok asing yang kamu undang masuk dalam hubungan kalian, yang kemudian menjadi penyebab seringnya kamu mengabaikan panggilannya ketika sedang bersamaku. Kamu membuatku berada diposisi yang sebenarnya tak pernah aku inginkan. Ketika sedang bersamanya, kamu mengabaikanku dan berperan seakan hanya dialah satu satunya perempuan dihidupmu. Sedangkan ketika bersamaku, kamu pun melakukan hal yang sama. Ketahuilah, aku tak pernah ingin berada diposisi ini. Menjadi orang ketiga dalam hubungan yang tengah kamu jalin bersamanya. Aku mohon, jangan beri aku harapan lebih ketika kamu masih terikat dengan perempuan lain. Kamu datang kemudian pergi sesuka hati, menggenggam harapan kemudian ...

My 6 p.m though

Hmmmm, gue ga tau sih gabut aja asli pas nulis post ini.  Ini random talk ya btw. Well, gue... Bingung. Rasanya kayak ribuan pertanyaan sejenis "why i can't find someone else? Why a boy can't make me fall in love with him?" Gue ngerasa kayak, kok after all this time gue masih aja sih susah jatuh cinta, susah naksir sama orang, no matter how much guy around me. Kayak banyak sih yg deketin gue tapi gue gatau kenapa susah aja buat gue untuk bisa suka apalagi sampe sayang sama cowok. Gue cuma berharap, someday i'll find someone who can treat me well and love me no matter how bad i'm. Kadang rada nyeseknya, there's a boy that i like a lil bit, terus kita udah sampe ke tahap chatting bahkan hangout sekali terus tiba tiba aja dia hilang, tanpa kabar, kayak udah ngilang gitu aja. Nyesek ga sih? Untungnya gue ga gitu naksir naksir amat. Terus nanti bodohnya, tiba tiba dia bisa ngetext gue ga jelas pas gue ganti display picture akun socmed gue, call me beautifu...

The Best Moment : Masa SMP.

Demi apa gue kangen banget masa smp gue dulu. Gue nyesel, kenapa waktu berjalan secepet ini. Kenapa dulu gue pengen cepet SMA dan ninggalin masa SMP gue. Gue ga pernah bisa lupain kenangan tiga tahun yang terasa paling indah, di hidup gue. Gue jauh lebih merasa nyaman dan bisa menjadi diri gue sendiri, tanpa paksaan, tanpa tekanan, di SMP gue dulu. Rasanya gue ingin pergi sekolah setiap harinya, walaupun banyak tugas, bete, atau apapun hambatannya, gue selalu suka masa SMP gue dulu. Gue rasanya kangen banget, sama kebodohan dan keteledoran yang dulu gue lakukan di SMP. Kenapa dulu gue ingin sekali cepat cepat menanggalkan seragam kesayangan putih biru gue? Kenapa dulu gue ingin sekali cepat cepat perpisahan? Kelulusan? Gue menyesal. Nyesel nyia nyiain waktu yang gue punya dengan gitu aja. Emang bener kata pepatah, penyesalan selalu datang belakangan. Belakangan ini, setiap gue ingat masa SMP gue dulu, gue bisa dengan gampangnya meneteskan air mata. Lebay emang tapi beginilah gue, si ...