Langsung ke konten utama

Kamu Tak Pernah Tau (2)

Malam ini, hujan kembali turun. Membawa kembali ingatanku pada 'kita'.

Kamu ingat, sore itu aku bersama kamu dan teman temanmu duduk menunggu hujan reda. Kamu marah padaku, saat aku duduk bersebelahan dengan teman laki lakiku.

Aku memaksa ingatanku untuk berhenti mengingat ingat kenangan kita dulu. Aku sudah terlalu banyak memikirkan kenangan kita dulu, Cahaya Penunjukku. Kenangan itu masih membekas padaku, entah padamu. Sampai saat ini, aku masih sendiri, mungkin kamu juga. Aku lelah, Cahaya Penunjukku..

Karena aku masih mencari peluk yang sehangat pelukmu, kecup yang semanis bibirmu, tawa yang seindah tawamu, di dalam diri mereka. Dan sekarang aku lelah, melompat dari satu hubungan ke hubungan lainnya hanya untuk mencari hubungan seindah hubungan kita dulu.

Aku masih mencari cari sosokmu dalam ingatanku, mencari cari sosokmu pada setiap laki laki yang mendekatiku, aku tak menemukan dirimu. Lalu apa yang harus aku lakukan Cahaya Penunjukku, jika tak kutemukan lagi cara untuk melupakan kamu dan semua kenangan kita dulu? Apa lagi yang harus aku lakukan untuk menghilangkan sisa sisa perasaan ini?

Lalu saat cinta yang aku rasa masih tetap ada, harus dibawa kemana perasaan ini, sedangkan ke hatimu saja tak kutemukan jalannya?

Sudah hampir sepuluh bulan, Cahaya penunjukku. Seribu satu macam cara sudah aku lakukan untuk menghilangkan kamu.

Aku hanyalah pelarian, tempatmu selalu membuang air mata dan kesedihan. Aku adalah boneka yang dipungut kembali lalu dihempaskan lagi ketika ada yang baru dan lebih menarik. Aku lebih memilih kamu datang hanya saat kamu membutuhkan aku daripada kamu sama sekali tak mengingatku. Sebab aku punya perasaan yang dalam terhadapmu, dan untukmu.. Perhatianku tak pernah habis.

Ketahuilah, Cahaya Penunjukku..
Aku sedang berusaha melawan jutaan "kamu" yang mulai mengepul otakku. Seperti asap rokok yang menggantung diudara, kamu seakan akan nyata. Maaf... Jika aku tak bersikap sadar diri ataupun memilih pergi. Maaf... Jika setelah perpisahan kita, aku masih selalu memikirkanmu.

Postingan populer dari blog ini

Stay, by Miley Cyrus.

Haiiiii semuanya! Kali ini gue mau review salah satu lagu yaoama ini nemenin gue kalau lagi galau, patah hati, dilema, ah pokoknya gitu ya. Lagu ini dinyanyiin sama Miley Cyrus, tau kan? Salah satu Princess Disney, sekawan sama Demi Lovato, Selena Gomez, Taylor Swift, Jonas Brother. Lagu ini wajib masuk di playlist gue, karna gak tau kenapa ya lagu ini selalu enak didenger, kapan aja menurut gue. Disini, Miley menjelaskan perasaanya, apalagi dengan suaranya di lagu ini yang pas banget untuk tema nya sendiri. Di lagu ini di kisahin kalau Miley kangen sama mantan pacarnya dulu, dan dia menyesal udah menyia nyiakan mantannya itu. Dia merasa tersesat, sendirian, dan waktu berjalan tanpa pernah ada artinya, gak seperti saat dia dengan mantannya dulu. Dan Miley bilang "kalau aku boleh meminta satu permintaan, aku akan meminta kamu untuk berada di sisiku." Lagu ini udah menemani kegalauan gue sejak tahun lalu. Untuk yang nyesel nyia nyiain mantan, coba deh download dan dengerin l…

Girls... I wanna tell you something about hair.

Yhaaa suka liat ga anak anak jaman lagi pada ngetrend, pake warna rambut yang atasnya item bawahnya berwarna? Like atasnya item, bawahnya pake warna merah ngejreng wild berry? Atau pirang keorenan macem cabe cabean? Wkwkand with proud they called it Ombre. Lol hahaha gue sendiri yakin mereka ga tau what's real definition of ombre. Dan cuma karna trend aja mereka ngecat rambut terus bilang ombre. Padahal bukan.Gue sendiri udah pernah pake trend rambut itu, dengan atas warna item terus bawahnya berwarna dari jaman gue kelas 8 smp sekitar tahun 2013 an.
Ini rambut gue dulu, dua tahun yang lalu waktu ombre dan dipdye belum begitu ngetrend disini. Fyi, ombre muncul tahun 2013.Ombre, bukan cuma sekedar rambut dengan dua warna beda terus disatuin. It's not that simple, ombre juga bukan sekedar teknik, tapi juga ada filosofinya kayak bunga yang mekar, dari atas gelap, semakin kebawah semakin terang.Kalo cuma dua warna it's dipdye! I bold this ya Dipdye . Dipdye, semua orang bisa ng…

Setia Itu Mahal

Yah bener kan? Setia itu emang mahal. Makanya setia itu gak bisa dilakuin sama orang murahan. Selama ini sikap gue yang masih "setia" cukup nunjukin seberapa mahalnya hati gue ini, dan dia yang udah bisa ngedapetin hati gue yang batunyaaaa dinginnya kayak gini, terus ninggalin gitu aja like i was nothing.Gue kadang suka mikir sih, selama ini gue udah coba setiain cuma buat dia doang, nyetiain satu orang doang. Tapi yang disetiain justru... U know lah. Ga bisa menghargai arti kata "setia".Gue sebenernya ga ngerti, kenapa sampai saat ini hati gue seolah masih tunggu dia untuk merasakan penyesalan itu. Entah sebenarnya penyesalan itu bakal ada atau engga, tapi yang jelas hati gue secretlu waiting for him to come back and mend my broken heart.Kadang yah, gue masih suka kangen segalanya. Kangen sih, moment yang dilaluin bareng, kangen rangkulannya, pelukannya, batu nya dia, nyebelinya dia, ngeselinnya dia. Banyak..Kangen pas lagi duduk sama dia, mainin rambutnya, tangan…